Pexels

Semaraknya era digital turut mempengaruhi kebiasaan masyarakat dalam mendengarkan lagu. Dahulu kita mendengarkan lagu melalui kaset lalu berpindah ke CD dan kini para kaum milenial berlangganan layanan musik streaming.

Melalui layanan tersebut mereka dapat mendengarkan berbagai macam lagu dari sejumlah penyanyi, membuat playlist sendiri dan mengikuti playlist orang lain. Ramainya pengguna yang menggunakan layanan tersebut menjadikan perusahaan penyedia streaming musik berkompetisi memberikan harga terbaiknya serta layanan yang diberikan.

Perubahan perilaku tersebut tidak disambut baik oleh industri musik. Setelah munculnya masa dimana masyarakat beralih ke CD, timbul peristiwa banyaknya unduhan ilegal dan bisnis musik untuk label dan penerbit mulai runtuh. Kini industri musik tengah mencari solusi dan berjuang untuk mengembangkan saluran distribusi yang efektif. Dengan adanya layanan streaming musik, dapat menjadi salah satu solusi bagi industri musik.

Baca Juga  Ilmuwan Temukan Kombinasi Teknologi Pembasmi Virus HIV

Namun meskipun terlihat sebagai solusi baru, layanan streaming musik masih dikritik karena tidak membayar musisi secara memadai. Berikut informasi berbagai layanan yang memberikan tarif kepada musisi setiap langganannya. Terlihat dari gambar bahwa Tidal atau Apple Music menawarkan tarif per streaming jauh lebih tinggi dibandingkan spotify.

Sumber: Dirangkum dari Statista.

Baca Juga: Aplikasi Layanan Internet Paling Digemari Masyarakat Indonesia Tahun 2017



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.