Artikel ini merupakan repost dari artikel tulisan Haidar Afif Maulana yang dipublikasikan di Easy Read. Baca artikel sumber.

Hai! kalian udah tahu belum,ternyata programmer juga bisa jadi penguasa terminal. Bukan cuma orang yang garang dan kekar aja yang bisa jadi penguasa terminal.

Hehe, tapi tentunya bukan terminal bus ya.

Maksud saya terminal yang ini.

Sebagai programmer tentunya kalian harus sudah akrab dengan namanya terminal atau kalau di windows dikenal command prompt (cmd).

Kalau kalian programmer masih merasa jarang menggunakan terminal, rasanya gak programmer banget.

Intinya sebagai programmer kita wajib untuk akrab dengan yang satu ini, jangan dulu ngerasa risih dengan tampilan nya yang kelihatan jadul.

Tapi kalau kalian perhatikan sebenarnya ini terlihat cukup keren, apalagi jika dilihat oleh orang awam. PROGRAMMER BANGET.

Baca Juga  AI Facebook Mampu Ubah Siapapun Menjadi Karakter Game

Yang menjadi masalah, seringkali ketika menggunakan terminal, tidak cukup hanya membuka satu window saja, saya biasa nya paling sedikit bisa 3 sampai 5 windows terminal dalam kerjaan sehari-hari.

Untuk berpindah antar satu window ke window yang lainnya kadang agak ngerepotin karena windownya terpisah-pisah.

Sama kayak kita lagi browsing, kalau saya buka browser bisa sampai puluhan tab wkwk. Dan jadi agak ribet untuk pindah antar tab nya.

Nah, untuk itulah TMUX hadir untuk memudahkan kita untuk mengontrol terminal.

Contoh hasil penggunaan TMUX.

Diatas ini ketika saya lagi ngoprek projek laravel.

kotak-kotak pemisah itu semua di sebut dengan pane.

Pane pertama digunakan untuk ngejalanin command artisan , command git , command npm dan lain sebagainya.

Baca Juga  DILo dan WiTel Bandung Sukses Gelar DILo Hackathon Festival 2018

Pane kedua horizontal, saya gunakan untuk ngejalanin command npm run watch , yaitu untuk laravel mix.

Pane ketiga, saya gunakan untuk artisan tinker.

Dan itu tab selanjutnya saya gunakan untuk vim. Mantap! semua nya cukup dengan 1 terminal saja.

Kalau tanpa tmux, saya harus buka 3 tab di terminal, dan kalau mau melihat isi tab-tab tersebut saya harus pindah-pindah.

Dengan tmux , cukup hanya satu tab saja.

Mulai tertarik dengan tmux?

Kita lanjut ke penginstalan, untuk menginstal nya di Mac bisa pakai homebrew dengan command :

brew install tmux

untuk ubuntu dan temannya pakai command berikut :

sudo apt-get update
sudo apt-get install tmux

Untuk mulai menjalankan tmux dengan command :

Baca Juga  Sebanyak 1 Juta Data Pengguna Facebook Indonesia Bocor

$ tmux

Jika berhasil dijalankan maka akan muncul garis hijau tebal di bagian bawah terminal.

Berikut command-command dasar tmux yang saya gunakan dalam keseharian saya bekerja .

Ctrl+b % untuk membuat pane baru secara vertikal.

Ctrl+b “ untuk membuat pane baru secara horizontal.

jika tekan Ctrl+b % lalu Ctrl+b “ maka akan jadi seperti berikut :

Ctrl+b o untuk berpindah antar pane searah jarum jam.

Ctrl+b <arrow key> untuk berpindah sesuai arah yang diinginkan bisa gunakan panah atas, bawah, kanan dan kiri.

Ctrl+d untuk menutup pane tanpa konfirmasi.

catatan: Ctrl+b maksudnya Ctrl ditekan bareng dengan b , lepas lalu ketikkan karakter selanjutnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.