Foto: Skyscanner

Teknologi.id – Pemberlakuan aturan IMEI (International Mobile Equipment Identity) semakin dekat, nantinya ponsel pengguna dengan nomor IMEI yang tidak terdaftar akan diblokir. Penertiban nomor identitas ponsel tersebut sebagai cara untuk menekan peredaran ponsel ilegal atau perdagangan barang curian. Lantas bagaimana nasib ponsel yang digunakan oleh warga negara asing (WNA) yang membawa ponsel dari luar negeri?

Kementerian Perindustrian melalui Kepala Subdirektorat Industri Peralatan Informasi dan Komunikasi, Perkantoran, dan Elekronika Profesional, Najamudin menjelaskan WNA yang membawa ponsel dari negara asalnya tidak akan terblokir selama masih menggunakan layanan operator di luar Indonesia.

Baca juga: Penertiban IMEI Ponsel Bakal Lindungi Industri dan Konsumen

“Ketika ada orang asing bawa ponsel, selama dia bawa dan masih pakai kartu SIM negaranya itu tidak ada masalah. Dalam draft (aturan IMEI) seperti itu aturannya,” kata Najamudin seperti dikutip dari CNN Kamis (11/7).

Baca Juga  10 Buku Teknologi Rekomendasi Bill Gates (Bagian. 1)

Namun, menurutnya prosedur yang berbeda akan diterapkan apabila WNA menggunakan kartu operator Indonesia.

Ia mengatakan apabila hal tersebut terjadi, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama operator akan melakukan identifikasi IMEI dan MSISDN (nomor identitas kartu SIM) ponsel melalui mesin Device, Identification, Registration, and Blocking System (DIRBS).

Baca juga: Begini Cara Cek IMEI Smartphone Kamu di Kemenperin

DIRBS sendiri berisi basis data nomor IMEI ponsel yang terdaftar secara legal di Indonesia. Kemudian Kemkominfo juga akan mencocokkan nomor IMEI tersebut ke Global System for Mobile Communications Association (GSMA).

Nantinya pemerintah akan membuat daftar ponsel WNA yang menggunakan jaringan telekomunikasi di Indonesia. Akan tetapi Jamanudin tidak mengatakan apakah nomor WNA yang menggunakan operator Indonesia akan diblokir.

Baca Juga  Mudah dan Simpel! Cara Buka Ponsel Terkunci Tanpa Factory Reset

“Kita ada namanya basis data dari GSMA. Kalau IMEI-nya sesuai dengan GSMA ya oke , tapi dia tidak terdaftar di IMEI Indonesia. Nanti akan masuk ke semacam list, mau di blok atau tidak.Takutnya punya kedutaan atau presiden luar,” jelasnya.

(dwk)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.